Sepenggal Kisah di Balik Rindu
Di
sebuah kota kecil, sejuk dan masih alami, yang dipenuhi dengan kenangan manis,
tinggal seorang wanita bernama Maya. Ia adalah seorang mahasiswa arsiteq yang
gemar menulis, setiap momen berharga
dalam hidupnya. Namun, ada satu kenangan yang selalu menghantui pikirannya,
kisah terindah sepenggal kisah di balik
rindu.
Kisah
itu dimulai dua puluh tahun yang lalu, ketika Maya masih remaja, masih sebagai
mahasiswa Arsitex. Saat itu, ia sedang jatuh cinta pada seorang pemuda bernama
Alex, bertemu dengan tak di sengaja saat liburan sekolahnya, kisah cintanya
sangat mengesankan, dan seakan-akan tak akan terpisahkan, mereka terpisah
karena jarak yang tak bisa di ajak kompromi. Mereka saling terpesona dan saling
ingin memiki. Mereka menghabiskan banyak waktu bersama, berbagi cerita, dan
bermimpi tentang masa depan yang cerah bersama dan bersatu untuk selamanya.
Namun,
takdir berkata lain, dan mereka percaya akan adanya takdir, selain jarak yang tak
akan bisa menyatukan Alex dan Maya. Keluarga alex, sebagian ada yang mau pindah, selain kelugara pindah ke kota lain
karena pekerjaan ayahnya. Keduanya terpaksa berpisah, dan mereka berdua
berjanji akan selalu mengingat satu sama lain melalui kisah-kisah yang mereka
tulis.
Maya
dengan setia menulis dalam buku harian tentang setiap momen indah yang pernah
mereka lewati bersama. Ia menuliskan kenangan tentang senja di pantai tempat
mereka berjalan-jalan, tentang senyum manis Alex yang tak pernah lekang dari
ingatannya, dan tentang saat-saat romantis mereka di bawah cahaya bintang.
Namun,
seiring berjalannya waktu, Maya merasa sesuatu yang ganjil dalam ingatannya.
Sepenggal kenangan tentang Alex semakin kabur, seolah-olah mereka ingin hilang
dari ingatannya. Setiap kali ia berusaha mengingat, rasanya seperti mencoba
menyusuri lorong gelap yang tak berujung.
Kerinduan
dan kebingungannya mengarahkannya ke keputusan drastis. Maya memutuskan untuk
kembali ke kota tempat Alex dulu tinggal. Ia ingin mengunjungi tempat-tempat
yang pernah mereka datangi bersama, berharap akan ada apa pun yang bisa
menghidupkan kembali kenangan yang terkubur.
Ketika
Maya tiba di kota itu, rasanya seakan-akan ada magnet yang menuntunnya ke
berbagai sudut kota yang ia kenal dengan baik. Di pantai, ia mengenang kebahagiaan
dan kebebasan masa remajanya bersama Alex. Di bawah pohon tua, ia merenungkan
tentang masa lalu yang kini begitu samar dalam ingatannya.
Suatu
malam, saat Maya duduk sendirian di taman kota, sebuah buku tua misterius
tergeletak di depannya. Maya mengambilnya dan menyadari bahwa itu adalah buku
harian milik Alex yang lama hilang. Hatinya berdebar kencang ketika membuka
lembaran demi lembaran.
Dalam
buku itu, Alex juga menuliskan kisah-kisah indah tentang kenangan mereka
berdua. Ia menulis tentang betapa ia tak pernah bisa melupakan Maya dan tentang
rindu yang selalu membuncah di hatinya. Selama ini, Alex juga berusaha keras
mengingat kenangan tentang Maya, tapi seperti Maya, ia juga merasa ada sesuatu
yang mencoba menghapusnya dari ingatannya.
Saat
membaca buku harian Alex, Maya menyadari bahwa mereka berdua menghadapi masalah
yang sama. Ada kekuatan misterius di balik rindu yang berusaha menghapus
kenangan mereka satu sama lain. Tetapi mereka juga tahu bahwa rindu itu sendiri
adalah bukti bahwa cinta mereka dulu begitu kuat dan nyata.
Maya
dan Alex akhirnya bertemu kembali di tempat yang mereka dulu anggap sebagai
tempat istimewa, di bawah pohon tua itu. Mereka berdua merasa bahagia dan
sedih, karena ada banyak kenangan indah yang terlupakan, tetapi ada rasa cinta
yang tak pernah padam di hati mereka.
Dengan
berpegangan tangan, mereka menghadapi masa depan dengan penuh harapan. Meskipun
sepenggal kisah di balik rindu itu tetap kabur, mereka tahu bahwa cinta mereka
akan selalu hidup dalam setiap lembaran kenangan dan di setiap detak jantung
mereka. Mereka berjanji untuk membuat kenangan baru bersama dan menuliskannya
dengan cermat dalam hati masing-masing, sehingga tak akan hilang di balik rindu
yang memudar.
Karya : Teabdi